APLIKASI UBAH WAJAH

APLIKASI UBAH WAJAH
Kiki Musthafa

APLIKASI ubah wajah sedang ramai diperbincangkan. Melalui aplikasi tersebut, wajah bisa dibuat lebih tua atau bahkan sebaliknya menjadi tampak lebih muda. Nyaris setiap yang memiliki akun media sosial, mencoba aplikasi ini, salah satunya sebagai media hiburan semata. Ramai dan semarak. Yang sudah tua mencobanya untuk tampak lebih muda, senang sekaligus miris. Yang masih muda memakainya sebagai prediksi sederhana untuk masa tuanya nanti, menggelikan sekaligus menyedihkan.

Terlepas dari semua perdebatan dan polemik yang berkembang, tidak ada hal apa pun yang menyita perhatian banyak orang, terjadi secara kebetulan. Ada rencana baik Allah Subhanahu wa ta’ala yang mungkin saja sebagai pengingat, salah satunya, menyoal kelalaian-kelalaian kita menyikapi umur. Sesuatu yang kerap terlupakan karena sibuk dengan urusan-urusan duniawi yang melenakan. Sesuatu yang disadari memiliki ujungnya, tetapi kadang terhabiskan untuk hal-hal yang nirguna.

Sebagai waktu sesaat yang diberikan Allah selama hidup di dunia, betapa semua tentang umur adalah hal sebentar dan cepat. Bayangkan, semisal, tetangga kita masih tampak bugar dan seperti biasa berbincang-bincang dengan kita, tiba-tiba dua hari lalu ia meninggal. Rekan kerja kita, masih sempat bercanda-canda dan ngopi bareng di warung seperti biasa, tiba-tiba minggu lalu masuk rumah sakit lalu tiada. Kawan sepengajian kita, masih berangkat ke masjid untuk salat, tiba-tiba ia harus disalati dalam keranda. Siapa menyangka, kan?

Selebihnya, mari tarik ingatan pada masa kecil ketika kita masuk SD dulu, tiba-tiba sekarang sudah sarjana. Tentu, kita masih ingat waktu dinikahkan orangtua, tiba-tiba sekarang anak kita sudah dewasa dan kita akan menikahkannya. Ingatkah ketika masih muda dan ganteng, tiba-tiba pantulan kulit wajah kita di cermin tampak berkerut dan menua? Ingatkah saat masih muda dan kekar, tiba-tiba tubuh kita menjadi ringkih dan tak berdaya? Semuanya serasa baru kemarin saja.

Umur seperti kilat, menyambar, melesat-lesat. Sekalipun ada batasan panjang-pendeknya secara lazim, tetap saja umur adalah sesuatu yang sebentar dan amat menentukan. Menyoal ini, sesiapa yang bisa mengisi umurnya dengan amalan-amalan yang baik, akan baik pulalah kehidupan dunia dan akhiratnya. Namun, sesiapa yang menyesaki umurnya dengan perbuatan-perbuatan buruk, akan buruk pulalah masa depan dunia dan akhiratnya. Karenanya, perihal umur, bukan untuk main-main apalagi untuk disia-siakan.

Faktanya, manusia terbaik—dalam sebuah hadis dijelaskan—adalah mereka yang berumur panjang dan beramal saleh. Tersampaikan dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu, ia berkata, “Berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallama, ‘‘Alaa unabbiukum bikhairikum—tidakkah telah kukabarkan tentang yang terbaik dari kalian?’ Para sahabat menjawab, ‘Na’am ya Rasulallah—benar, wahai, Rasulullah.’ Rasul melanjutkan, ‘Khiyaarukum athwalukum a’maaran wa ahsanukum a’maalan—terbaik dari kalian adalah yang umurnya panjang dan amalnya baik.’”

Idealnya, candu bermain dengan aplikasi ubah wajah (faceApp) haruslah menjadi pengingat. Dalam hal ini, menjadi kembali muda tidaklah mungkin karena menjadi tua amatlah pasti. Umur manusia memiliki awal dan mempunyai ujung yang penuh misteri. Tidak ada yang tahu, tidak pula ada yang mengerti. Jika berkenan, bukalah aplikasi itu sekarang, edit wajah kita menjadi lebih muda: Itulah masa lalu dan seberapa banyakkah amalan baik yang sudah kita tabung? Lalu, lanjutkan, edit wajah kita menjadi lebih tua: Itulah masa depan dan seberapa siapkah kita menghadapinya? Mari taubati kesalahan di masa lalu dan persiapkan amalan baik untuk masa depan. Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.[]

Leave a comment