AYAH

AYAH
Kiki Musthafa

Ajengan Muhaimin

Ajengan Muhaimin

AYAH mengajari kami kesederhanaan dan totalitas dalam belajar. Karena ia besar dan tumbuh di dunia pesantren, ia termasuk kiai yang kritis terhadap masa depan dunia pesantren termasuk tradisi-tradisi paling autentik yang mendaging di dalamnya. Mengaji dan mengkaji kitab-kitab kuning adalah jalan jihadnya, meskipun dalam diskusi-diskusi hangat kami, ia pun tak pernah menihilkan ketersentuhan ilmu-ilmu umum di luar mengaji tersebut. Karenanya, jauh di dasar hati kami, ia sangatlah moderat di balik semua serban pemikirannya yang tampak tradisionalis.

Caranya meneladani Almagfurlah Mama Zaenal Abidin Cibunut Jamanis Rajapolah–kiai sepuh yang dulu menempanya menjadi pembelajar hebat hingga 23 tahun di pesantren dan sepanjang hayat di rumah bersama santri-santrinya kini—menyoal konsistensi mengaji dan mendidik santri, tak tergantikan di hati kami. Idealisme-nya mengakar kuat dan tak mungkin tercerabut oleh apa pun. Ia tak tergoyahkan dihantam tawaran-tawaran politisi busuk dan nominal angka yang bisa mengalir melalui selembar proposal. Ia tidak tertarik.

Allahku, lindungi Ayah dan keluarga kami dari manusia-manusia hasut. Dari kedengkian-kedengkian. Dari upaya fitnah yang meruntuhkan. Sehatkan Ayah. Kuatkan ia.[]

Leave a comment